
Proyek perubahan SEDUKARSA (Sekolah Dasar Unggul Kabupaten Sragen) resmi diluncurkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen, Prihantomo, S.Pd., M.Pd. Inisiatif ini bertujuan menuntaskan kemiskinan ekstrem di 21 desa kategori "Tuntas Kemiskinan (TUMIS)" melalui peningkatan mutu dan layanan pendidikan dasar, khususnya bagi keluarga kurang mampu. SEDUKARSA diharapkan menjamin hak dasar pendidikan siswa dan memutus rantai kemiskinan dari sektor pendidikan. Prihantomo menekankan pentin
sedukarsa
Sragen, 8 Juli 2025 – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen meluncurkan sebuah terobosan inovatif bernama SEDUKARSA (Sekolah Dasar Unggul Kabupaten Sragen). Proyek perubahan ini dipaparkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Prihantomo, S.Pd., M.Pd., dalam acara Sosialisasi Program SDN Unggul yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen hari ini.
SEDUKARSA dirancang sebagai garda terdepan dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di desa-desa yang masuk kategori Desa Tuntas Kemiskinan (TUMIS) di Kabupaten Sragen. Prihantomo menjelaskan bahwa ide gagasan ini berlandaskan pada keyakinan bahwa peningkatan mutu dan layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu, adalah kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan.
"Dengan adanya SEDUKARSA, kami berharap hak dasar pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dapat terjamin. Ini adalah langkah strategis untuk membantu menuntaskan kemiskinan dari sektor pendidikan," tegas Prihantomo.
Dalam paparannya, Prihantomo merinci berbagai aspek penting SEDUKARSA, mulai dari latar belakang, dasar hukum, definisi dan ciri SDN Unggul, indikator keberhasilan, hingga strategi mewujudkannya. Untuk tahun 2025, sebanyak 21 SDN unggul telah ditetapkan di 21 desa yang teridentifikasi sebagai daerah dengan kemiskinan ekstrem.
Namun, Prihantomo juga menekankan bahwa keberhasilan proyek ini tidak bisa terwujud tanpa komitmen bersama dari semua pihak. "Proyek perubahan ini akan sulit terealisasi jika tidak ada komitmen kolektif untuk meningkatkan layanan dan mutu pendidikan dari sekolah," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan proyek perubahan SEDUKARSA di desa-desa TUMIS. Diharapkan, dampak positif dari program ini tidak hanya terbatas pada SDN Unggul yang ditetapkan, tetapi juga dapat menular ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sragen.
Peserta sosialisasi menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pemaparan program SDN Unggul ini. Mereka berharap proyek perubahan SEDUKARSA dapat segera terwujud dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sragen.