Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia : Qur'anic Camp oleh santri kelas 6 SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen

Bentuk penguatan Profil pelajar Pancasila dimensi berakhlak mulia santri SD birrul melaksanakan kegiatan Qur'anic Camp di Segoro Gunung.

Qur'anic Camp santri kelas 6 SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen

Akhlak mulia menjadi penciri kesempurnaan iman. Seperti dalam sabda Nabi Muhammad SAW, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya.” (HR Tirmidzi, Riyadlu Shalihin : 278). Salah satu ciri pelajar Pancasila adalah memiliki akhlak mulia. Sumber terbaik dalam memberikan ilmu dan contoh akhlak yang terbaik kepada para siswa adalah Al-Qur’an.


Berdasar pada pemahan diatas, maka SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen melaksanakan kegiatan Qur’anic Camp yang berlangsung selama 19-27 Februari 2023 di Segoro Gunung, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh 176 siswa yang terbagi kedalam 2 kloter. Kloter pertama yakni oleh santri putri yang berlangsung selama 19-23 Februari 2023 dilanjutkan kloter kedua oleh santri putra yang berlangsung selama 23-27 Februari 2023. Selain untuk meningkatkan kemandirian, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an serta menambah jumlah hafalan yang mereka miliki.

 

Segoro Gunung dipilih karna dianggap sebagai salah satu tempat yang nyaman, jauh dari keramaian, dan berhawa sejuk. Yang mana hal ini bisa menambah kenyamanan siswa dan mempermudah mereka dalam menghafal ayat demi ayat di dalam Al-Qur’an. Selain membaca dan menghafalkan Al-Qur'an, siswa juga dilatih untuk lebih mandiri dengan kegiatan outbond di lingkungan sekitar dan mereka diharuskan untuk menyiapkan setiap keperluan mereka secara mandiri tanpa bantuan dari orang lain termasuk dari guru.

“Rasanya senang berada disini bersama ustadz-ustadzah dan  teman-teman. Hawanya sejuk dan pemandangannya juga indah sehingga hafalan terasa lebih mudah.” Ungkap Arina Manasikana salah satu peserta Qur’anic Camp di Segoro Gunung, Kamis (23/2/2023).

Arina menambahkan bahwa ia merasa bangga bisa terlepas dari gawai selama kurang lebih 5 hari dan bisa lebih mandiri tanpa pendampingan orang tua. “Semoga aku bisa menjaga hafalanku dan bisa menjadi anak yang lebih baik dan patuh terhadap orang tua.” Ujar Arina sesaat sebelum penutupan kegiatan Qur’anic Camp kloter putri.